Foto KTP depan dan belakang, perlu jadi satu PDF buat upload form. Bisa?
Bisa banget — ini case yang paling sering. Drop dua foto-nya, taro depan duluan baru belakang, klik Convert. Hasilnya satu PDF dua halaman, sesuai yang biasa diminta HRD atau panitia.
Buat klaim BPJS atau asuransi swasta, gue punya foto resep dokter sama struk apotek banyak. Cara satuin?
Drop semua foto-nya, urutin sesuai tanggal atau kategori (resep duluan, baru struk biar gampang dicocokin). Klik Convert. Hasilnya satu PDF tiap halaman = satu dokumen, rapi buat dilampirin.
Faktur Tokopedia atau Shopee buat klaim pajak — gue punya banyak screenshot. JPG sama PNG bisa dicampur?
Bisa. JPG dan PNG jalan dua-duanya, bisa kamu campur dalam satu PDF. Hasilnya tetap satu file multi-halaman yang bersih.
Akta kelahiran lama gue di-scan pakai HP, halamannya ada 5. Cara jadiin satu PDF?
Drop kelima foto-nya, cek urutan halamannya (1, 2, 3...), klik Convert. Cara ini lebih bersih dari aplikasi scanner HP yang nempelin watermark — di sini gak ada watermark sama sekali.
Foto sertifikat tanah (SHM) atau dokumen properti — datanya sensitif. Aman?
Aman. Konversi jalan di browser kamu sendiri. Buat dokumen properti, kontrak rumah, atau scan apa pun yang isinya nomor sertifikat dan data pribadi, ini emang cara paling masuk akal — gak ada yang nyebrang ke server.
Kualitas gambar gue bakal turun pas jadi PDF?
Gak. Resolusi gambar asli tetap kebawa ke PDF — kalau foto KTP kamu jelas, di PDF juga jelas. Cuma ukuran filenya bisa agak gede; kalau perlu tinggal kompres pakai tool sebelah.