Portal SSCASN atau pendaftaran CPNS cuma terima file 2 MB, scan ijazah gue 8 MB. Bisa diakalin?
Bisa. Pakai level Extreme. Scan ijazah yang 8 MB biasanya turun jadi 1–2 MB di level itu. Teks tetap kebaca dan masih searchable, jadi panitia gak ada masalah baca.
SPT Tahunan e-Filing batas attachment-nya 2 MB juga. Bukti potong PPh gue gede banget. Aman dikecilin di sini?
Aman. Kompresnya jalan di browser, file gak ke mana-mana — penting buat dokumen pajak yang isinya NIK, NPWP, dan data gaji. Pilih Extreme atau High biar lolos batas portal.
Gmail nolak attachment di atas 25 MB. PDF rapor atau laporan gue 50 MB. Kompres di sini cukup?
Cukup. Level Medium atau High biasanya bisa nurunin 50–80 MB ke 15–20 MB. Kualitas masih layak buat dibaca, dan tetap masuk ke Gmail tanpa harus lewat Drive.
Berkas e-Court Mahkamah Agung batasnya 5 MB tapi scan berkas perkara gue 40 MB. Levelnya yang mana?
Berkas hukum biasanya isinya scan, jadi gambar dominan. Pakai Extreme — 40 MB sering bisa turun ke 5–8 MB. Cek hasilnya, kalau masih lewat batas, ulangin sekali lagi atau split berkas dulu.
Mau kirim PDF lewat WhatsApp, file-nya agak gede. Level apa yang cocok?
WhatsApp sebenernya nerima sampai 100 MB, jadi gak selalu perlu dikompres. Tapi kalau mau hemat kuota penerima, Medium udah cukup. Itu kompromi yang oke antara ukuran sama kualitas.
PDF-nya isi data sensitif — kontrak kerja, NPWP, atau slip gaji. Aman dikompres di sini?
Aman banget. Proses kompresnya di browser kamu sendiri. Buat dokumen kayak gitu, ngirim ke server orang asing cuma buat ngecilin file itu hal paling gak masuk akal.
Habis dikompres, PDF gue masih layak diprint?
Tergantung level. Medium: hasil print masih oke. Extreme: di layar masih jelas, tapi pas dicetak gambar bisa agak buram. Kalau dokumen itu bakal diprint dan dikumpulin fisik, mending pilih Medium.