Mau kirim slip gaji ke bank buat pengajuan KPR atau kredit motor. Perlu di-password?
Sangat perlu, dan ini standar. Slip gaji isinya nomor rekening, NIK, NPWP, dan total penghasilan — kalau email kebobol atau salah forward, datanya langsung kebuka. Kasih password, terus kirim password-nya lewat WhatsApp call ke petugas bank — jangan di email yang sama.
Bukti potong PPh dari kantor mau dikirim ke konsultan pajak via email. Kasih password aman?
Aman, dan justru disaranin. Bukti potong isinya NPWP, nominal gaji bruto, sama pajak terutang — kalau bocor bisa dipakai buat penipuan SPT atas nama kamu. Pakai password 8+ karakter, kombinasi huruf-angka-simbol.
Hasil USG atau lab BPJS mau dikirim ke keluarga lewat WhatsApp. Setting password kayak gimana yang oke?
Password kuat — minimal 8 karakter, campur huruf besar/kecil, angka, dan simbol. Hindari yang gampang ditebak kayak tanggal lahir atau nomor HP. Kasih tau password ke penerima lewat call, bukan di chat yang sama.
Kalau gue lupa password sendiri, file masih bisa dibuka?
Gak bisa. Enkripsi AES-256 itu kuat — tanpa password yang bener, isi file gak bisa di-recover sama sekali, baik sama kamu sendiri maupun siapa pun. Mending tulis password di password manager kayak Bitwarden atau 1Password biar gak ketuker.
Enkripsinya beneran sekuat bank? Apa cuma sekedar password biasa?
AES-256 itu standar yang dipakai bank, lembaga pemerintah, dan militer. Sama persis kayak yang ngelindungin data m-banking BCA atau Mandiri kamu. Bukan password copot-copotan.
Pas pasang password, file dan password-nya keluar dari laptop gue?
Gak. Dua-duanya tetep di browser kamu. Habis enkripsi selesai, password-nya juga ilang dari memory browser. Gak ada salinan password yang nyangkut di mana pun.
PDF yang udah di-password ini bisa dibuka di Adobe Reader, Google Drive, atau aplikasi PDF di HP?
Bisa semua. Ini enkripsi PDF standar — Adobe Reader, Google Drive viewer, Apple Books, sama aplikasi PDF di Android/iOS bakal minta password pas dibuka. Dari mana pun penerima buka, prosesnya sama.